5 Fakta Tentang Afif Pelaku Teror di Sarinah Thamrin

Aksi pengeboman dan penembakan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta menjadikan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Dengan santainya, para terduga teroris melakukan aksi pengeboman dan penembakan di sekitar tempat kejadian.

Salah satu nama yang mencuat ialah Afif atau Sunakim. Dengan menggunakan kaos oblong hitam dirinya terlihat santai mengacungkan dan menembakkan senjata api miliknya.

Aksi Afif ini terekam dalam jepretan kamera, usai melakukan penembakan dirinya langsung mengarah ke parkiran di kafe Starbucks Coffee. Dirinya sempat terlihat melemparkan bom tangan mengarah ke aparat kepolisian di Jalan MH Thamrin. Mari simak ulasan dari lima fakta tentang pelaku teror di sarinah.

Kerap berpindah tempat tinggal

Afif alias Sunakim diketahui pernah tinggal di Dusun Duren RT 16 RW 05 Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat. Dirinya tinggal di daerah itu sejak tahun 2000. Ia diakui bukan asli warga Karawang melaikan seorang warga Subang, Jawa Barat. Pertama kali tiba dirinya menetap di Pondok Pesantren Miftahus Saadah. Kemudian tahun 2007 hingga 2009 Afif kerap berpindah kontrakan di sekitar daerah Desa Duren.

"Dia (Afif) juga sempat memiliki KTP di sini, sudah jadi warga Duren," cerita mantan tetangga Afif, Diah saat ditemui, Sabtu (16/1).

Namun menurut Diah, setelah tahun 2010 Afif menghilang dan tak diketahui keberadaannya. Hanya saja Ia pernah mendengar kabar jika Afif ditangkap karena terlibat perkara teror di Aceh. Afif juga diketahui pernah bekerja di pabrik ban.

Menurut Kepala Desa Duren, Abdul Halim, tahun 2007, Afif alias Sunakin memperoleh KTP sebagai warga Desa Duren, dan kemudian tahun 2008 pindah ke Dusun Puri Kosambi.

Sempat pulang kampung sebelum melakukan aksi di Sarinah

Sebelum melakukan aksi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Afif sempat pulang ke kampung halamannya di Kampung Krajan, Desa Kalen Sari, Kecamatan Compreng, Subang, Jawa Barat.

"Sebelum ada teror, Afif sempat pulang kampung ke sini. Ke rumah orang tuanya," kata Didi, salah seorang tetangga Afif, Sabtu (16/1). Menurut keterangan warga, Afif berada di rumah orang tuanya selama hampir dua minggu bersama dengan istri dan anaknya. "Katanya liburan sekolah anaknya," ujar Didi.

Menurut Didi, Afif lebih dikenal sebagai Sunakim di kampung halamannya. Afif kembali ke Jakarta empat hari sebelum peristiwa teror terjadi. Setelah terjadinya teror di Sarinah, pihak keluarga sempat dihubungi dan diinterogasi pihak kepolisian.

Orangtua ini ngaku keluarga Afif

Pasangan suami istri Jen (59) dan Mur (50) warga Dusun Kalensari, Compreng, Kabupaten Subang itu mengaku, jika Afif alias Sunakim adalah anak pertamanya yang berhasil dilumpuhkan aparat kepolisian saat beraksi. 

Wajah Afif pertama kali mencuat melalui media sosial, dirinya terlihat dengan santai melakukan penembakan dan menodongkan senjata api miliknya kepada orang-orang di sekitar lokasi kejadian hingga jatuhnya korban.

"(Orang tuanya) mengakui Bahwa Afif alias Sunakim salah satu pelaku teroris bom Sarinah," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono pada wartawan, Sabtu (16/1). Polisi saat ini masih mendalami keterangan pasangan suami istri tersebut. Selain itu mereka akan dibawa ke Jakarta untuk memperlihatkan jenazah pelaku yang lumpuh saat beraksi. "Rencananya akan di antar ke RS Polri utk mengidentifikasi jenazah pelaku teror ini," ungkapnya.

Informasi dihimpun Afif merupakan anak didik dari Sulaiman Aman Abdurahman orang yang mengklaim sebagai Amir ISIS di Asia Tenggara. Polisi pun sudah memastikan ISIS bertanggung jawab atas aksi teror yang menewaskan tujuh orang dalam insiden mengerikan tersebut.

Dinilai sosok baik dan mudah bergaul

Mantan tetangga Afif alias Sunakim di Dusun Duren RT 16 RW 05 Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Diah menilai yang bersangkutan merupakan sosok yang baik dan rajin. Afif juga dinilainya orang yang taat beribadah. Salah satunya kerap menyelenggarakan pengajian. "Orangnya juga mudah bergaul sama warga asli sini, jadi sudah kenal semua sama Afif mah," kata Diah.

Selama mengontrak, Afif juga membawa istrinya hingga memiliki anak. "Pokoknya enggak nyangka kalau dia bisa ikut teroris," terangnya.

Selama tinggal di Karawang Afif mendapatkan KTP dengan Nomor Induk kependudukan (NIK) 1017030501810008. Namun karena tidak diperpanjang untuk terdaftar dalam registrasi ulang E-KTP, KTP-nya tidak berlaku lagi.

Warga tolak Afif dimakamkan di Subang

Sebagian warga Dusun Kalen Sari I, Desa Kalen Sari, Kecamatan Compreng, Subang, menolak jenazah Sunakin alias Afif, terduga pelaku teror Sarinah dimakamkan di kampung tersebut. Padahal, kampung itu merupakan tempat kelahiran Afif.

"Iya, ada sebagian warga yang menolak jenazah Afif dimakamkan di kampung kami," ujar Enda, Kepala Dusun setempat di kediaman orang tua Afif di kampung itu, Sabtu (16/1). Enda mengatakan sebagian warga beralasan, Afif mempermalukan desa tersebut. Apalagi, wajah Afif terpampang jelas menenteng senjata dalam bidikan kamera.

"Iya karena masalah itu, ada warga yang keberatan karena kampung ini yang semula nyaman jadi ramai," ujar Enda. Meski begitu, kata Enda, pihaknya mengaku akan masih memusyawarahkan pro dan kontra itu. Bagaimanapun, orang tua Afif tinggal di desa itu. Begitu juga Afif lahir di kampung itu juga.

"Tentu saja kami tidak ingin masalah ini meruncing, jadi kami komunikasikan dulu. Apalagi, sekarang kan belum jelas jenazahnya bisa dibawa pulang secepatnya atau tidak," ujar Enda.

Sementara istri Afif, Ita Yuniar mengutarakan keinginannya agar Afif suaminya itu dimakamkan di desa tempat tinggal orang tuanya. Keinginan itu diutarakan Ita pada Kapolres Subang AKBP Agus Nur Patria pada pertemuan di Subang, Jumat (15/1) malam. "Iya, kami bertemu dan istrinya ingin Afif dimakamkan di Compreng," ujar Agus melalui ponselnya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola