5 Fakta Ancaman Bom Nuklir Korea Utara Pada Dunia Yang Mengerikan

Korea Utara dan senjata nuklir bagaikan sinonim. Negara miskin yang sangat tertutup itu seringkali membuat kegaduhan karena menggelar uji coba senjata pemusnah massal, memicu kecaman seluruh dunia. Rabu (6/1) pagi waktu setempat, tanpa disangka-sangka, Korut meledakkan bom yang diklaim berteknologi hidrogen, beberapa kali lipat lebih kuat dibanding bom atom biasa, lalu memicu gempa 5,1 skala richter. Getaran ledakan terasa hingga Korea Selatan. Uji coba itu dilakukan di bawah tanah Kawasan Punggye-ri, dipimpin langsung sang pemimpin, Kim Jong-un.

Negara-negara lintas benua mengecam Korut, mulai dari Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Inggris, Jepang, termasuk Indonesia. Dua negara tetangga, Korsel dan Jepang, termasuk yang paling keras menuntut PBB bergerak serius melucuti nuklir Korut. Selama ini hanya Rusia dan China, sebagai sekutu dekat Pyongyang, yang membela hak Korut memiliki nuklir.

Dewan Keamanan PBB menggelar rapat tertutup untuk memutuskan tindakan atau sanksi kepada Korut. Sejak delapan tahun terakhir Korut menerima sanksi ekonomi berlapis dari negara anggota PBB karena ambisinya menguasai bom nuklir.

Korut mulai mengejar ambisi menguasai senjata nuklir sejak 2003, ketika mereka secara tiba-tiba keluar dari perjanjian pelucutan nuklir internasional. Satu dekade kemudian, Korut resmi memiliki kemampuan tempur dengan bom atom, kendati detail teknologi itu masih samar-samar. Ada sumber mengatakan rudal nuklir Korut bisa menjangkau Samudera Pasifik langsung ke AS. Ada pula yang meragukannya.

AFP dan BBC berhasil merangkum lima fakta kemampuan nuklir Korut yang sebenarnya. Berikut daftarnya di lima fakta sangar ancaman bom nuklir korea utara bagi dunia.

Empat kali sukses menguji coba bom nuklir

Uji coba bom 'hidrogen' pada 6 Januari lalu adalah uji coba keempat Korut yang sukses. Uji coba pertama mereka di sebuah situs bawah tanah dilakukan pada 9 Oktober 2006. Negara sosialis pimpinan Kim Jong-un itu pertama kali mengaku pada dunia internasional telah memiliki hulu ledak nuklir awal 2007.

Sejak itu, Korut melakukan tiga kali uji coba susulan, yakni pada 25 Mei 2009, 12 Februari 2013, lalu terakhir pada 6 Januari ini.

Uji coba bawah tanah pada 2013 dan 6 Januari lalu tercatat sebagai yang paling dahsyat dari skala ledakan, kira-kira mendekati kekuatan 7 kiloton bahan peledak. Namun kontaminasi radioaktifnya sangat terkendali, karena digelar di bawah tanah. Sehingga para pengawas AS, Korea Selatan dan Jepang tidak bisa mengetahui lebih jauh mengenai bentuk detonasinya.

Bikin bom nuklir secara mandiri selama 30 tahun

Korut menempuh jalan panjang untuk bisa menghasilkan hulu ledak nuklir. Teknologi fusi atom itu mereka kuasai pertama kali pada 1965 atas bantuan Uni Soviet. Saat itu mereka hanya memiliki satu reaktor nuklir. Pada 1980-an, negara Barat terkejut karena mereka mengembangkan senjata nuklir di Yongbyeon, tanpa memberitahu PBB.

Dengan segala tekanan internasional, Korut bergeming. Kendati nyaris 80 persen rakyatnya kelaparan pada era 1990-an, Pyongyang berkeras mengucurkan dana riset untuk pembangunan bom atom. Pada 1994, Korut sempat melunak. Pyongyang berjanji menghentikan program senjata nuklir asal menerima pasokan solar dan bahan pangan dari Amerika Serikat.

Pada 2002, AS menerima bocoran informasi, bahwa ternyata Korut diam-diam terus mengembangkan bom atom. Bantuan solar dan bahan pangan pun dihentikan. Sejak itu Korut sangat agresif mengembangkan senjata pemusnah massal. Perwakilan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pun diusir dari Korut. Akhirnya, Pyongyang berhasil memiliki setidaknya duaunit bom atom pada 2006. Nyaris semua bahan baku bom nuklir tersebut dibuat sendiri oleh insinyur Korut.

Rudal Korut bisa menjangkau jarak 1.300 km

Pada 1998 Korea Utara meluncurkan peluru kendali diberi nama Taepodong-1 (berjangkauan 2.500 km) di atas wilayah udara Jepang. Namun uji coba Taeopodong itu gagal. Selanjutnya, Korut mengembangkan Taepodong-2 yang memiliki daya jelajah 6.700 km. Roket itu diujicoba pada 2006 yang lantas meledak setelah 40 detik mengudara.

Desember tahun lalu, Korea Utara sukses menempatkan sebuah satelit ke orbitnya dengan meluncurkan roket jarak jauh Unha-3. Alhasil, sejauh ini Korut baru sukses mengujicobakan satu peluru kendali jarak menengah, Rodong-1, yang berjangkauan 1.300 km.

Militer Korut mengaku sudah memiliki kapasitas meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM), yang bisa secara akurat meluncurkan rudal berhulu ledak nuklir ke target-target tertentu sampai daratan AS. Kendati begitu, sumber AFP menyatakan meragukan besar mengenai akurasi dan keandalan rudal lintas benua Korut mencapai sasaran.

Korut mengoplos bom atom dan bom hidrogen

Tak sekadar menguji coba bom nuklir untuk kesekian kalinya, Korut membuat klaim mengejutkan karena mengaku sukses mengembangkan bom hidrogen. Apa yang diledakkan pada 6 Januari lalu, menurut Pyongyang adalah versi 'mini' dari sebuah bom hidrogen.

Jika pengakuan itu benar, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di Asia Timur sangat khawatir. Bom hidrogen memiliki daya ledak lebih dari 50 megaton. Minimal 20 kali lipat dari yang pernah meledak di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia ke-2.

"Dengan kemampuan semacam ini, Korut benar-benar menjadi ancaman nyata bagi Amerika Serikat," kata Michael Madden, pengamat isu Korut.

Adapun pakar nuklir, Joe Cirincione, masih ragu Korut benar-benar sanggup memproduksi bom hidrogen. Dia menduga yang diuji coba kemarin pagi adalah campuran isotop hidrogen dan bom atom biasa.

"Dari sisi ledakannya, belum masuk skala multi-megaton seperti seharusnya bom hidrogen," kata Joe. Pengamat lain dari Rand Corporation pun menduga Korut baru menguasai pembuatan tipe bom uranium, bukan bom plutonium yang menjadi kunci bom hidrogen.

Belum mampu luncurkan rudal berhulu ledak nuklir

Ini fakta yang sampai sekarang masih disetujui oleh nyaris semua pengamat. Kendati punya teknologi rudal serta sukses meledakkan bom atom, tapi Korut belum bisa mengirim senjata pemusnah massal itu ke wilayah musuh. Setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Pada uji coba peledakkan 2006 dan 2009, yang dibuktikan Korut barulah kemampuan membuat bom fisi plutonium. Lain dari itu, tak ada bukti sahih, maupun dari data intelijen AS, yang menyatakan Korut sudah bisa mengancam negara lain.

Tapi, bila Korut tetap seperti ini satu dekade mendatang, kemampuan itu bisa mereka kuasai. Apalagi AS menduga Korut sejak lama merahasiakan fasilitas pengayaan uraniumnya dari negara-negara Barat. Jika melihat dari pola uji coba nuklir ini, BBC menyimpulkan KOrut sedang menggertak negara Barat maupun Jepang dan Korsel, agar memberi bantuan.

Pada 2012, misalnya, Pyongyang menuntut bantuan bahan makanan untuk rakyatnya, dengan imbalan membatalkan uji coba bom nuklir.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola