5 Alasan Kenapa Orang Tergiur Bergabung Dengan ISIS

Kabar meninggalnya Jihadi John menjadi headline di beberapa media online. Ya, pria ini adalah eksekutor dari banyaknya tawanan ISIS yang video pembantaiannya tersebar di penjuru dunia dan membawa hawa kengerian tersendiri. Gara-gara John juga, akhirnya ISIS pun makin dikenal di dunia dan membuat Islam menjadi sebuah phobia lagi setelah sekian lama.

ISIS adalah organisasi terorisme besar yang bertanggung jawab atas berbagai tragedi buruk di dunia, salah satunya adalah bom Sarinah kemarin. ISIS sendiri seolah tidak pernah kehabisan pasukan padahal mereka sudah digempur sedemikian rupa, termasuk oleh jet-jet tempur Amerika beberapa waktu lalu. Gelombang pejuang (kata mereka), masih terus saja berdatangan dan kemudian berbaiat kepada sang khalifah.

Tentu ada alasan tersendiri kenapa ISIS bisa mendapatkan relawan yang begitu banyak. Ya, yang jelas mereka menawarkan iming-iming sesuatu yang tak biasa. Mulai dari gaji tinggi sampai wanita, berikut ulasannya di 5 alasan kenapa banyak orang terpikat bergabung sama ISIS.

Memberikan Wanita-Wanita Sebagai Istri

Wanita jadi senjata utama ISIS untuk menarik para calon pejuang-pejuangnya. Mereka mengatakan siapa pun yang bersedia ikut berjuang di bawah panjinya akan mendapatkan istri-istri sebagai imbalannya. Ini memang bukan tawaran kosong saja, melainkan benar-benar ada. ISIS memang menyediakan wanita-wanita yang mayoritas merupakan sandera mereka dari daerah-daerah yang berhasil ditaklukkan.

Umumnya, para wanita yang ditawarkan ISIS ini masih cukup muda. Mereka mayoritas adalah wanita kaum Yazidi yang memang sangat cantik. Tapi, perlu diketahui, para wanita ini sebenarnya sangat tersiksa. Keluarga mereka dibunuhi dan dirinya ditawan. Bahkan mereka mengaku kalau lebih baik mati saja daripada harus diperlakukan seperti itu.

Gaji Tinggi untuk Tiap Kepala

Tidak hanya wanita, ISIS juga menyediakan gaji tetap bagi para militannya. Jumlahnya sendiri cukup lumayan bahkan tinggi kalau untuk ukuran orang Indonesia. Untuk pangkat militan rendah, ISIS menawarkan Rp 5,5 juta, namun jika bisa berprestasi gajinya bakal melambung sampai Rp 16 jutaan. Bahkan bagi yang membawa serta keluarga, ISIS juga memberikan tunjangan anak dan istri.

Belakangan diberitakan jika ISIS memotong hampir separuh gaji para pengikutnya. Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan dana besar untuk operasi-operasi militer, serta hancurnya gudang uang mereka di Mosul, Irak, gara-gara dihantam oleh rudal jet tempurnya Amerika beberapa waktu lalu.

Bonus Ghonimah atau Rampasan Perang

Di zaman dulu, ketika ada dua kaum berperang, maka si pemenang akan memiliki semuanya. Mulai dari senjata sampai istri. Hal ini juga diterapkan oleh ISIS. Jadi, ketika mereka menyerang suatu kota, maka apa yang di sana akan jadi hak milik. Ghonimah atau rampasan ini biasanya dikumpulkan sebagai inventaris dan kas, tapi tak jarang pula dibagi rata kepada para militan.

Ini pula yang menarik hati para relawan, dan memang tak jarang para pejuang mendapatkan bagian yang lumayan. Rampasan perang ISIS biasanya tidak menentu. Kadang mereka mendapatkan rumah-rumah dan juga kendaraan.

Doktrin Syahid dan Mendapatkan Surga

Selain semua tawaran menggiurkan tadi, ISIS tentu saja juga melakukan banyak doktrinisasi. Tujuannya, agar perjuangan para relawan ini tidak setengah-setengah atau hanya berjuang karena gaji. Satu hal yang pasti, para pejuang ini akan dijejali dengan konsep-konsep jihad yang berujung kepada syahid dan surga. MUI kita sendiri menyatakan apa yang diajarkan ISIS adalah haram.

Ya, tentu saja haram, mana ada jihad dengan membunuhi orang-orang tidak bersalah yang bahkan seagama dengan mereka? Belum lagi sikap bengis dan kejam mereka sama sekali tidak mencerminkan Islam. MUI juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terpancing dengan doktrin ISIS. Selalu ingat untuk tidak mematuhi ajakan mereka meskipun dirayu dengan apa pun.

ISIS Punya Pendapatan Rp 1,1 Triliun per Bulan

Tanpa penjelasan lebih jauh, angka pendapatan Rp 1,1 triliun sendiri adalah magnet yang akan bisa menggaet banyak orang untuk bergabung dengan ISIS. Bayangannya tentu saja bisa hidup enak saat sudah masuk nanti, dan memang kenyataannya seperti itu. Anggota ISIS selalu hidup berkecukupan, minimal mereka pasti makan enak. Logikanya, lebih dari cukup lah angka 1,1 triliun ini untuk menghidupi seluruh anggotanya dengan sangat layak. Bahkan angka ini sendiri hampir menyamai APBN negara kecil.

ISIS sendiri mendapatkan pendapatan gilanya dari sumber daya yang mereka punya. Tak hanya itu, mereka juga diketahui menjual barang-barang antik serta menarik pajak dari daerah-daerah yang dikuasainya. Angka pendapatan ini belakangan mulai turun gara-gara serangan dahsyat Amerika beberapa waktu lalu.

Inilah alasan-alasan banyak orang yang berbaiat kepada ISIS. Logikanya memang enak sih, wanita dan harta disediakan. Tapi, taruhannya adalah nyawa. Belum lagi miskonsepsi mereka soal perjuangan yang sama sekali tidak sejalur dengan ajaran Islam. Nabi Muhammad sendiri sudah memprediksikan jika di suatu masa nanti, akan muncul golongan-golongan seperti ini.

Dalam sebuah hadist, beliau berkata, “Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran sempit, mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampaui) kerongkongan mereka. Mereka memecah belah agama sebagaimana anak panah terlepas dari busurnya. Maka di mana pun kamu menjumpainya maka perangilah mereka, sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat kelak.” (Sahih Bukhari).

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola